ucapan

Sabtu, 03 Desember 2011

puisi alam

Butiran-butiran itu turun dengan indahnya..
Lembut mengingatkan warga bumi akan pentingnya alam..
Hujan.. Ya, hujan.. Ia turun untuk kembali mengingatkan kita..
Adu lapisan2 tertentu yg sedih terkena pantulan hawa marah mu menantang..
Ia turun dengan santun, berwujud cair, salju, dan bahkan bongkahan es sampai ke bumi ini mengingatkan kembali pentingnya bersahabat dengan alam..
Cair, memberi keindahan dan manfaat besar bagi warga bumi,..
Indahnya kau tunjukkan dgn simbol pelangi..
Salju, kelembutan terlihat darimu dgn putih sebagai simbolmu..
Bongkahan es??, bernada agak kasar ku dengar kau dating..
Keras kau sentuh aku..
Apa ini peringatan mu Tuhan agar lebih berhati-hati menjaga alam?
Atau ada kerusakan pada alat-alat pendukung mu karna ulah kami?..
Ya Rabb,,, Ampuni Kami Telah Menyakitinya.. :-(
By : Ahmad Raihan

puisi cinta

Wahai kekasihku..
Kau buat hari-hariku tak berarti tanpamu..
Kau ciptakan stiap senyum dalam langkah-langkahku..
Kau temaniku disaat aku terjebak dalam sepi yang mencekam..
Kau hapus airmata yang menetes dipipiku..
Kau basuh keringatku disaat aku mulai letih dengan hidup ini..
Kau ulurkan tanganmu disaat aku mulai terpuruk dalam kejamnya dunia..
Kau peluk tubuhku saat aku mulai rapuh dan tak berdaya..
Kau tuntun aku disaat aku mulai bimbang dengan jalan hidup ini..
Kau jaga aku disaat aku mulai merasa ketakutan..
Kau berikan senyuman terindahmu saat aku sudah tak sanggup lagi untuk tersenyum..
Kau mampu memperlihatkan padaku pahit & manisnya hidup ini..
Sayang..
Aku ingin kau mengerti..
Aku ingin kau tau..
Betapa pentingnya arti hadirmu untukku..
Meskipun kau tak sehebat mereka..
Meskipun aku tak sebahagia mereka..
Tapi aku menyayangimu dengan sgala kurang & lebihmu..
Karena aku tau itulah caramu mencintaiku & aku yakin semuanya akan indah pada waktunya..
By : Ginesti Nilla Silvia

puisi kejujuran

T elah datang padaku awan membiru menyejukkan jiwaku,
I ngkari kesetiaanku.. kulepas jemari yang mengikat hatiku,
A ngin.. bawalah maafku yang tak sempat kututurkan,
D ia yang pertama.. memujaku dengan cinta kini jadi kenangan,
A danya tak kurasakan.. karena tak pernah ada belaian,

K eraguan.. kegelisahan.. kini datang mengetuk pintu hati,
E ntah apa yang kurasa.. hanya sesal yang menggelayuti,
J ajaki kata maaf.. harapku ingin kembali,
U ntukmu kekasih hati.. yang dulu pernah kukhianati,
J alani langkah demi langkah.. senyummu begitu cerah,
U kirkan secercah cahaya yang dulu pernah singgah,
R ayuanmu.. tutur lembutmu.. sungguh memberi harapan,
A ngan dan hati ini.. jujurku akan rasamu yang menyejukkan,
N amun apa yang kini ada.. hatimu telah terlabuhkan,
M utiara hati kau suguhkan.. tapi tiada kejujuran,
U ntukku kau beri harapan.. untuknya jua kau beri kasih sayang.

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes